Assalamu’alaikum.Wr.Wb
Sobat pertama kali dengar kata Ekonomi Syariah, saya sangat tertarik. Kenapa? seperti firman Allah SWT dalam QS Al Maidah ayat 3 yang artinya :
”……… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhoi Islam itu jadi agama bagimu…….”
Sobat, Islam agama yang sempurna ya, banyak sekali hal yang dapat dikaji dari dienul Islam untuk berbagai segi kemanfaatan, baik dari duniawi maupun akhirat. Kajian keilmuan ( salah satunya ekonomi ) banyak sekali dan telah melahirkan ilmuwan-ilmuwan yang hebat, sebelum pemikir barat mengemukakan ide-idenya, diantaranya Ibnu Sina sebagai bapak ilmu kedokteran yang buku-bukunya yang sangat bermanfaat bagi dunia kedokteran modern, antara lain berjudul Asy Syifa dan Qanun fi-thib, di Eropa beliau diberi nama Avicenna, dan beliau dilahirkan di propinsi Bukhara, tempat kelahiran Imam hadits terkenal Imam Al-Bukhari. Kemudian Sosok ilmuwan Jabir bin Hayyan (720 M-813 M) yang merupakan perintis pertama ilmu kimia. Dialah penemu zat organik seperti kolik, limonik, dan tatrik. Dia pula yang pertama kali menemukan air raksa dengan cara mencampurkan asam hidrolik dengan asam netrik.
Sobat, untuk ekonomi diantara pemikir masa lampau yang mengkaji ekonomi Islam, Ibnu Khaldun merupakan salah satu ilmuwan yang paling menonjol. Ibnu Khaldun sering disebut sebagai raksasa intelektual paling terkemuka di dunia. Ia bukan saja Bapak sosiologi tetapi juga Bapak ilmu Ekonomi, karena banyak teori ekonominya yang jauh mendahului Adam Smith. Artinya, ia lebih dari tiga abad mendahului para pemikir Barat modern tersebut. Muhammad Hilmi Murad secara khusus telah menulis sebuah karya ilmiah berjudul Abul Iqtishad : Ibnu Khaldun. Artinya Bapak Ekonomi : Ibnu Khaldun.(1962) Dalam tulisan tersebut Ibnu Khaldun dibuktikannya secara ilmiah sebagai penggagas pertama ilmu ekonomi secara empiris. Karya tersebut disampaikannya pada Simposium tentang Ibnu Khaldun di Mesir 1978.
Subhanallah kan??? Nah sobat, keunggulan-keunggulan dari Ekonomi Islam saya yakin sobat semua telah banyak informasi apalagi waktu krisis ekonomi tahun 1998 waktu itu Ekonomi Islam sudah terbukti dan teruji.
Sobat ini dia nih, Ekonomi Islam juga mencakup juga yang namanya marketing loh, karena tanpa bagian yang satu ini pasti akan tidak berjalan dengan baik suatu sirkulasi dalam transaksi ekonomi perusahaan atau lembaga keuangan. Kalau kita ibaratkan tombak, bagian marketing bisa dibilang ujung tombaknya untuk dilempar tepat dan bersentuhan pertama kali ke sasaran/target yaitu konsumen.
Secara makna literal, arti marketing : Proses yg mengiringi pembuatan produk atau layanan jasa kemudian diberi harga, dipromosikan, dan didistribusikan kepada konsumen.
Sobat lalu apa itu Syariah Marketing??? Kurang lebih arti diatas sudah mewakili tetapi dengan tambahan berpijak kepada ketentuan syariah melalui cara-cara yang dihalalkan oleh Allah SWT.
Dalam syariah marketing seorang marketer harus memiliki inner calling dan responsibiltas yang terintegrasi dan transedental. Yang dimaksud terintegrasi adalah responsibiltas tidak saja terhadap nasabah, tetapi juga terhadap karyawan, pemegang saham, pemerintah, masyarakat, alam lingkugan, dan generasi penerus. Inilah yang disebut sebagai responsible balanced scorecard marketing. Sementara transedental adalah pertangggungjawaban ketika hidup dan sesudah hidup selesai.
Suatu proses marketing yang ”utuh” harus memperhitungkan unsur transedental ini. Karena, sekali pun marketer telah mampu membuat senyum pelanggan tetapi dengan tindakannya yang menghalalkan segala cara dalam memasarkan suatu produk membuat marah Allah SWT, maka ia telah memasarkan dengan gagal. Jika ia telah mampu membuat sekelompok pria terpuaskan, tetapi strateginya pemasaran menurunkan derajat wanita (dengan mengumbar lekuk dan keindahan tubuhnya), maka ia pun telah memasarkan dengan gagal. Syariah marketing mengajarkan bahwa responsibilitas seorang pemasar belum akan berakhir sebelum dia mampu mempertanggungjawabkan segenap produk dan proses pemasaran di hadapan Allah di Padang Mahsyar nanti. Karena, Dialah Tuhan bagi segenap nasabah, karyawan, generasi penerus, pemerintah, masyarakat, dan seluruh alam.
Syariah Marketing harus bertumpu pada empat prinsip dasar :
1. Ketuhanan ( Rabbaniyyah )
Dihati yang paling dalam, seorang syariah marketer meyakini bahwa Allah SWT. Selalu dekat dan mengawasinya ketika dia sedang melaksanakan segala macam bentuk bisnis, dan dia yakin segala hal sekecil apapun nanti akan diminta pertanggungjawabannya.
2. Menjunjung tinggi akhlak mulia / Etis ( Akhlaqiyah )
Syariah marketer sangat mengedepankan masalah akhlak (moral, etika) dalam seluruh aspek kegiatannya. Beberapa kasus korupsi dinegara kita menunjukan bahwa nilai etika dan moral sudah tidak lagi menjadi pedoman dalam berbisnis. Segala cara dihalalkan asalkan bisa mendapatkan keuntungan finasil yang sebesar-besarnya.
3. Mewaspadai keadaan pasar yang selalu berubah / Realistis ( Waqi’iyah )
Syariah marketing bukanlah konsep yang eksklusif, fanatis, anti-modernitas, dan kaku. Syariah marketing adalah konsep pemasaran yang fleksibel dan luwes dalam bersikap dan bergaul. Ia sangat memahami bahwa dalam situasi pergaulan lingkungan yang sangat heterogen, dengan beragam suku, agama, dan ras, ada ajaran yang diberikan oleh Allah SWT dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk bersikap lebih bersahabat, santun, dan simpatik terhadap saudara-saudaranya dari umat lain.
4. Selalu berorientasi untuk memartabatkan manusia / Humanistis ( Al- Insaniyyah )
Syariat Islam adalah syariah yang humanistis. Syariat Islam diciptakan untuk manusia sesuai dengan kapasitasnya tanpa menghiraukan ras, warna, kulit, kebangsaan dan status. Dengan memiliki nilai ini, manusia menjadi terkontrol dan seimbang, bukan manusia yang serakah, yang menghalalkan segala cara untuk meraih keuntungan yang sebesar-besarnya. Bukan menjadi manusia yang bisa bahagia diatas penderitaan orang lain atau manusia yang hatinya kering dari kepedulian sosial. Hal inilah yang membuat syariah memiliki sifat universal sehingga menjadi syariat humanistis universal.
Sobat, sebenarnya banyak lagi hal-hal dari ekonomi Islam yang bisa, dan sangat menarik untuk dikaji, jadi tetap semangat untuk kemajuan Ekonomi Islam. GET HAPPY WITH SHARIA ECONOMY
Wassalam.Wr.Wb
Referensi :
Kartajaya, Hermawan dan Muhammad Syakir Sula. 2006. Syariah Marketing. Bandung : Mizan
Ibnu Khaldun : Bapak Ekonomi
http://mymppsyariah.wordpress.com/2009/06/06/ibnu-khaldun-bapak-ekonomi/
Ibnu Sina : Bapak Kedokteran Dunia
http://www.republika.co.id/berita/55064/Ibnu_Sina_Bapak_Kedokteran_Dunia
sumber: http://ekonomisyariah.blog.gunadarma.ac.id/2009/06/30/syariah-marketing-for-the-truly-marketer/